KEBIASAAN YANG TANPA DISADARI MENYEBABKAN MASALAH LAMBUNG
KEBIASAAN YANG TANPA DISADARI MENYEBABKAN MASALAH LAMBUNG

KEBIASAAN YANG TANPA DISADARI MENYEBABKAN MASALAH LAMBUNG

Hallo sobat KSR di manapun berada🙌🏻Jumpa lagi di website resmi KSR PMI Unit UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto nih🥰Kali ini kita akan membahas tema yang menarik dan tentunya berkaitan dengan kesehatan terkini. Penasaran?? Mari kita baca sampai selesai yaa😍Enjoy and happy reading! 🤗

Gangguan pada lambung tidak hanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau kuman saja. Dalam beberapa kasus, rasa tidak nyaman atau nyeri pada lambung bisa disebabkan oleh kebiasaan keliru.

Gangguan pada lambung pun ada beberapa macam. Mulai dari dispepsia, penyakit asam lambung, atau tukak lambung. Ingin tahu kebiasaan apa saja yang bisa menyebabkan gangguan pada lambung? Berikut ulasannya!Berikut beberapa kebiasaan yang ternyata bisa memicu gangguan lambung:

1. Pola makan yang tidak sehat

Mengonsumsi makanan olahan, junk food, atau pola makan tinggi karbohidrat, gula, garam, makanan pedas, dan makanan penuh lemak dapat menyebabkan sistem pencernaan menjadi tidak sehat.Hal ini dikarenakan jenis makanan tersebut rendah nutrisi, serat, dan kandungan air. Hal ini dapat memperlambat proses pencernaan dan dapat menyebabkan perut kembung dan menghasilkan banyak gas.

2. Gangguan lambung akibat makan berlebihan

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah banyak makan saat lapar atau setelah berpuasa. Faktanya, makan berlebihan bisa memperlambat proses pencernaan. Akibatnya, makanan cenderung berada di perut untuk jangka waktu yang lebih lama dan berubah menjadi lemak.Hal ini menyebabkan makanan rusak dan tidak dapat dicerna dengan baik. Kondisi ini bisa menimbulkan masalah seperti mulas, refluks asam, muntah, dan mual.

3. Berbaring setelah makan

Apakah kamu masih sering makan saat larut malam? Atau apakah kamu suka berbaring setelah makan? Kalau begitu, mungkin ini dapat memicu asam lambung naik.Saat kamu berbaring, tubuh jadi tidak lagi memiliki manfaat gravitasi untuk membantu menjaga isi perut tetap ada di perut. Jadi saat kamu berbaring, makanan yang dikonsumsi berisiko bocor melalui sfingter esofagus. Jadi, hindari makan sebelum tidur apalagi langsung berbaring setelah kamu makan. Jika kamu terpaksa harus berbaring, usahakan berbaring ke sisi kiri atau mengangkat tubuh bagian atas. Tujuannya untuk membantu menjaga isi perut tetap berada di tempatnya.

4. Kurang minum Air

Dehidrasi merupakan salah satu penyebab utama gangguan sistem pencernaan, karena dapat menyebabkan sembelit, gastritis/maag, dan refluks asam. Kondisi ini berarti tidak tersedia cukup air di lambung untuk memproduksi asam pencernaan. Penelitian menunjukkan bahwa minum air putih 8-10 gelas sehari dapat membantu mengurangi gejala asam lambung yang parah.

5. Tidak ada jeda antara makan dengan olahraga

Olahraga teratur memang bisa menyehatkan tubuh, termasuk sistem pencernaan. Namun, jika salah melakukannya dengan cara yang keliru, bisa memicu masalah baru.Misalnya, berolahraga setelah makan tanpa jeda waktu. Hal inilah yang bisa menimbulkan masalah pada lambung, sakit perut, atau muntah.

6. Kurang tidur dapat sebabkan gangguan lambung

Kurang tidur bisa menyebabkan penyakit GERD, sindrom iritasi usus besar, dan dispepsia fungsional. Penyakit ini berkaitan dengan sistem pencernaan yang tidak sehat. Kurang tidur berdampak negatif pada mikrobioma usus. Hal ini menyebabkan masalah pencernaan dan kesehatan secara umum.

Gejala penyakit asam lambung yang muncul pada tubuh seseorang antara lain adalah timbulnya rasa nyeri ulu hati (heartburn), sensasi panas atau perih di dada hingga kerongkongan, termasuk rasa pahit dan asam yang muncul di pangkal tenggorokan. Pada beberapa kasus asam lambung yang masuk ke tahap parah, maka penderita akan mengalami kesulitan dalam menelan makanan. Melihat kondisi tersebut, maka penting bagi kita untuk melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan atau mengetahui cara meringankan gejala asam lambung.

Makanan Penurun Asam Lambung

Berikut ini adalah beberapa makanan yang berfungsi untuk menurunkan gejala asam lambung, diantaranya adalah:

1. Sayuran. Seperti brokoli, asparagus, kembang kol, kentang, mentimun, dan sayuran berdaun hijau lainnya.

2. Jahe. Jahe memiliki sifat anti-inflamasi yang dipercaya dapat menjadi pengobatan alami penyakit asam lambung, sakit maag, maupun masalah pencernaan lainnya.

3. Pisang. Beberapa buah non-sitrus seperti pisang merupakan makanan yang baik untuk penderita asam lambung, karena menjadi buah penurun asam lambung.

4. Putih Telur. Selain sehat, putih telur merupakan pilihan makanan yang bagus untuk penderita asam lambung. Namun tidak untuk kuning telur, hal ini dikarenakan kuning telur mengandung lemak cukup tinggi dan dapat memicu gejala refluks asam lambung.

5. Yoghurt. Terkadang penderita asam lambung menghindari konsumsi yoghurt karena ditakutkan akan memperparah keadaan, namun yoghurt justru memiliki efek yang baik untuk penderita asam lambung karena sudah difermentasi.

Dengan mengkonsumsi berbagai jenis makanan penurun asam lambung diatas, diharapkan dapat memberikan informasi dan membantu masyarakat untuk menurunkan asam lambung yang diderita.

Oleh karena itu, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala asam lambung, agar bisa segera mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat.

Stay Healthy!! Sehatkan generasi produktif dan Salam Kepalangmerahan⛑️

Semoga bermanfaat ☺️🙏

Sumber :

https://www.halodoc.com/artikel/kebiasaan-yang-tanpa-disadari-sebabkan-gangguan-lambung

https://upk.kemkes.go.id/new/5-jenis-makanan-penurun-asam-lambung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *