WASPADA! POLIO MENGINTAI
WASPADA! POLIO MENGINTAI

WASPADA! POLIO MENGINTAI

Hallo sobat ksr dimanapun berada..
Jumpa lagi di website resmi KSR PMI UIN SAIZU nih???
Kali ini kita akan membahas tema yang menarik dan tentunya berkaitan dengan berita kesehatan terkini. Penasaran?? Mari kita baca sampai selesai ya.
Enjoy and happy reading…
Pada awal Januari 2024 kita digemparkan dengan munculnya penyakit polio, di mana penyakit ini sudah lama tidak terdengar di permukaan, yang kemudian ditemukan kembali di Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. Kasus polio di Indonesia terakhir kali terdeteksi pada tahun 2006, namun kembali muncul di Aceh pada tahun 2022 dan di Kabupaten Yahukimo, Papua pada tahun 2018.
Polio, atau dikenal sebagai Poliomielitis, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio. Virus ini menyerang sistem saraf dan berpotensi mengakibatkan kelumpuhan, bahkan kematian. Penularan virus polio terjadi melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi virus tersebut. Virus masuk ke saluran pencernaan, kemudian menyerang sistem saraf dan berpotensi menyebabkan kelumpuhan. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja namun yang paling rentan terkena adalah anak-anak usia 5 tahun ke bawah karena imunisasi polionya tidak lengkap.
Penyakit polio dapat menyebabkan gejala awal sebagai berikut:

1. Demam
2. Kelelahan
3. Sakit kepala
4. Muntah
5. Kaku pada area leher
6. Nyeri di bagian tungkai

Gejala muncul sekitar 7-10 hari setelah terinfeksi, tetapi juga bisa dalam rentang 4-35 hari.
Polio merupakan salah satu penyakit yang belum ada obatnya, oleh karena itu penyakit ini hanya bisa dicegah sedini mungkin dengan melakukan imunisasi secara lengkap. Imunisasi yang dilakukan adalah imunisasi polio tetes, polio suntik lengkap dan sanitasi lingkungan yang baik. Anak diberikan imunisasi polio lengkap hingga usia 5 tahun.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyediakan imunisasi polio gratis di semua puskesmas dan rumah sakit pemerintah di seluruh Indonesia. Imunisasi polio diberikan dalam dua jenis:
• Vaksin polio tetes (OPV) diberikan sebanyak 4 kali pada usia 1, 2, 3 dan 4 bulan
• Vaksin polio suntik (IPV) diberikan sebanyak 1 kali pada usia 4 bulan.
Imunisasi merupaka kunci penting dalam upaya pencegahan kasus polio. Upaya untuk meningkatkan capain dan cakupan imunisasi perlu terus ditingkatkan.
Wah dari informasi diatas kita jadi tau dampak dari penyakit polio itu sangat berbahaya hingga menyebabkan kematian. Oleh karena itu sobat KSR PMI UIN SAIZU di mana pun berada harus selalu waspada dan bisa memberika informasi kepada masyarakat ataupun tetangga yang masih minim pengetahuan mengenai penyakit polio, supaya lebih aware terhadap penyakit ini sehingga bisa menurunkan tingkat kasus polio di Indonesia.

Stay Healthy
Sehatkan generasi produktif dan salam kepalangmerahan
Semoga bermanfaat.

Sumber :
• https://uns.ac.id/id/uns-update/dokter-rs-uns-b
• https://ayosehat.kemkes.go.id/agenda-kegiatan/pencegahan-polio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *