
PURWOKERTO – Bidang Penelitian dan Pengembangan UKK KSR PMI Unit UIN Saizu Purwokerto telah menyelenggarakan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Esai 2026 pada Minggu, 4 dan 11 Oktober 2026, bertempat di Gedung C4 dan H2 UIN Saizu Purwokerto. Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi anggota dan pengurus KSR dalam mengembangkan kemampuan menulis, menuangkan gagasan, serta menyampaikan wawasan melalui karya tulis ilmiah esai.
Ketua Panitia Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Esai 2026, Naja, menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas kontribusi KSR dalam menyebarkan manfaat kepada masyarakat. Menurutnya, peran KSR tidak hanya diwujudkan melalui aksi kemanusiaan secara langsung di lapangan, tetapi juga melalui tulisan yang dapat menyampaikan ide, pengetahuan, dan inovasi kepada masyarakat.
“Pelatihan ini bertujuan sebagai fasilitator bagi anggota dan pengurus KSR untuk belajar menuangkan ide dan wawasan ke dalam tulisan, sehingga dapat menciptakan inovasi baru bagi masyarakat. Dengan demikian, KSR tidak hanya berdampak melalui kegiatan di lapangan, tetapi juga melalui tulisan,” jelas Naja.
Dalam proses persiapannya, panitia menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam menentukan pemateri dan menyesuaikan waktu pelaksanaan. Naja mengungkapkan bahwa panitia berupaya menghadirkan pemateri yang kompeten dengan gaya penyampaian yang dekat dengan generasi muda. Hal tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami materi melalui suasana belajar yang santai, tetapi tetap serius.
Selain itu, padatnya agenda kepanitiaan dari berbagai bidang di lingkungan KSR menjadi pertimbangan tersendiri dalam menentukan jadwal kegiatan. Panitia perlu menyesuaikan waktu agar anggota dan pengurus tetap memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan organisasi.
Meskipun menghadapi kendala tersebut, antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan dinilai cukup baik. Naja menyampaikan bahwa di tengah padatnya agenda kepanitiaan, masih terdapat anggota yang menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan. Ia berharap pelatihan yang dilaksanakan dalam dua pertemuan ini dapat memberikan dampak nyata, baik bagi pengembangan diri peserta maupun bagi organisasi.
“Harapannya, peserta mampu menyerap dan memahami ilmu yang diberikan dengan baik. Pada dasarnya, menulis dapat menjadi sarana yang tepat untuk berbagi ilmu dan pengetahuan dengan sesama,” ungkap Naja.

Pelatihan ini menghadirkan Bapak Sidik Fauji, M.Hum., sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, ia menyoroti salah satu tantangan yang sering dihadapi mahasiswa dalam menulis, yaitu kesulitan untuk memulai. Menurutnya, persoalan tersebut tidak selalu disebabkan oleh ketidakmampuan menulis, tetapi juga karena rasa malas dan belum adanya kemauan yang kuat untuk mulai menuangkan gagasan ke dalam tulisan.
Sidik Fauji menjelaskan bahwa kemauan menjadi langkah awal yang penting dalam membangun kebiasaan menulis. Apabila seseorang memiliki kemauan yang kuat dan bersungguh-sungguh dalam berlatih, hambatan yang semula dirasakan dapat perlahan diatasi.
“Kalau diawali dengan kemauan, kemudian diseriusi, saya rasa rasa malas tadi akan hilang. Jadi, kemauannya harus kuat,” tutur Sidik Fauji.
Lebih lanjut, Sidik menjelaskan bahwa ide atau gagasan untuk menulis esai dapat diperoleh dari berbagai sumber. Mahasiswa dapat memulainya dengan bertukar pendapat bersama teman, mengamati permasalahan di lingkungan sekitar, maupun mengikuti perkembangan berita melalui televisi dan media massa. Permasalahan sederhana yang dijumpai sehari-hari, seperti sampah di lingkungan sekitar, misalnya, dapat dikembangkan menjadi gagasan tentang pengelolaan sampah agar tidak mencemari lingkungan.
Ia juga memberikan pesan kepada peserta yang masih merasa kesulitan atau kurang percaya diri untuk mulai menulis dari hal-hal sederhana. Salah satunya adalah membiasakan diri merangkum materi yang diperoleh selama perkuliahan atau pelatihan. Kebiasaan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk melatih kemampuan menyusun informasi, memahami materi, dan mengembangkan gagasan secara bertahap.
Menurut Sidik Fauji, kebiasaan merangkum dapat menjadi fondasi untuk meningkatkan keterampilan menulis. Setelah terbiasa, mahasiswa dapat melanjutkan proses belajarnya dengan mengikuti pelatihan kepenulisan dan mengembangkan rangkuman tersebut menjadi tulisan yang lebih terstruktur.
Manfaat pelatihan ini juga dirasakan oleh Nailan, salah satu peserta Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Esai 2026. Ia mengaku tertarik mengikuti kegiatan tersebut karena ingin mempelajari cara menulis esai yang baik dan benar, menambah wawasan, serta belajar menyampaikan pendapat secara lebih terarah.
Nailan mengungkapkan bahwa sebelum mengikuti pelatihan, pemahamannya mengenai esai ilmiah masih terbatas. Ia belum sepenuhnya memahami cara menentukan topik, menyusun argumen, hingga mencari sumber yang relevan untuk mendukung tulisan.
“Setelah mengikuti pelatihan ini, saya merasa lebih percaya diri karena mendapatkan pengetahuan dan gambaran tentang cara menulis esai ilmiah. Saya jadi lebih memahami bahwa menulis esai bukan hanya menyampaikan pendapat, tetapi juga harus didukung dengan alasan dan sumber yang jelas,” ungkap Nailan.
Ia berharap pelatihan serupa dapat terus diselenggarakan dengan memberikan lebih banyak contoh esai yang baik agar peserta memperoleh gambaran yang lebih konkret dalam menyusun tulisan ilmiah. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan menulis sekaligus menuangkan gagasan mereka ke dalam bentuk tulisan.
Melalui Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Esai 2026, Bidang Penelitian dan Pengembangan UKK KSR PMI Unit UIN Saizu Purwokerto berupaya mendorong anggotanya agar tidak hanya aktif dalam aksi kemanusiaan, tetapi juga mampu berkontribusi melalui gagasan dan karya tulis. Dengan membangun kebiasaan menulis dari hal-hal sederhana, diharapkan anggota KSR dapat terus mengembangkan wawasan, melahirkan ide-ide inovatif, dan menyebarkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

