
Kafein-Efek dan Dosis yang Tepat
Kafein adalah derivat xantin yang bersifat psikostimulan yang dijual belikan secara bebas di seluruh dunia. (Br Ginting et al. 2022). Kafein dapat ditemukan pada pada minuman seperti kopi, teh, cokelat, soda, minuman berenergi, dan lain-lain.
Hanadian Nurhayati (2023) menyebutkan bahwa tiga puluh satu tahun terakhir, Indonesia mengalami peningkatan konsumsi kopi sekitar 302,57%, dimana pada tahun 1990 konsumsi kafein sebanyak 1.242.000 karung (karung berisi 60kg) dan tahun 2021 konsumsi kafein menjadi 5.000.000 karung. Studi ini diperkuat oleh Zhangha Y (2015) bahwa tren konsumsi kafein telah berkembang dari waktu yang sangat lama di tengah masyarakat. Secara global, terjadi peningkatan konsumsi kopi sebesar 13,3% dalam delapan tahun terakhir.
Di kalangan mahasiswa sendiri, kopi adalah minuman yang cukup populer dan sangat digemari. Kopi sudah seperti gaya hidup yang kian berdampingan dengan kehidupan mahasiswa. Diketahui bahwa mahasiswa sering kali menghadapi tekanan akademis dan tuntutan sosial. Menurut Brown (2018), mahasiswa cenderung begadang untuk mengerjakan tugas dan belajar untuk menyiapkan ujian, yang menyebabkan pola tidur yang buruk. Selain itu, mereka juga sering mengonsumsi kafein dalam jumlah besar dari minuman seperti kopi dan teh untuk membantu mereka tetap terjaga. Namun, kurang tidur dan konsumsi kafein yang berlebihan dapat memengaruhi kesehatan secara fisik maupun mental mahasiswa. (Dharmadi, 2019) menyatakan bahwa kafein bahkan berpengaruh terhadap kelulusan ujian. Mahasiswa yang meminum kopi pada malam sebelum ujian memiliki peluang 1, 0-2, 2 kali lebih besar untuk lulus dengan mahasiswa yang tidak minum kopi. (Utara et al. 2024)
Proses penyerapan kafein berlangsung dari darah ke dalam jaringan tubuh yang lain. Konsentrasi tinggi kafein dalam plasma darah yaitu 15-120 menit setelah kafein dicerna di dalam tubuh. (Jee et al. 2020). Cara kerja kafein terhubung dengan kerja adenosin, senyawa yang berfungsi untuk neurotransmiter inhibitor dan berikatan dengan reseptor yang berada di otak. (Mierza et al. 2023)
Pengkonsumsian kafein sendiri didasari oleh berbagai alasan. Hal ini membuat minat terhadap kafein makin melonjak, dibarengi dengan tujuan untuk mengapresiasi kopi yang diproduksi dalam negeri. Tetapi, peningkatan asupan kafein ini sering kali tidak diikuti dengan pengetahuan yang baik terkait efek konsumsi kafein, baik risiko dan manfaatnya. Menurut studi yang dilakukan oleh Liveina, menyatakan bahwa Mahasiswa kedokteran Universitas Udayana 70% mahasiswanya memiliki tingkat pengetahuan yang buruk terhadap konsumsi kopi. Mengkonsumsi kafein tentu memberikan efek positif dan negatif.

EFEK NEGATIF
- Efek samping senyawa kafein yang ditambah ke dalam minuman dalam jumlah tertentu dapat menimbulkan gugup, gelisah, tremor, insomnia, hipertensi, kejang, dan mual.
- Menimbulkan kanker, tekanan darah, dan kolesterol.
- Kafein yang dikonsumsi secara rutin dapat memberikan efek detak jantung yang tidak normal, pusing, lambung dan pencernaan
Lebih jauh lagi, konsumsi kafein dalam jumlah banyak dan berkelanjutan dapat menimbulkan efek yang jauh lebih kompleks terhadap individu yang mengkonsumsi. Tentu saja dampak negatif ini sangat berpengaruh dan dapat menjadi hambatan dalam kehidupan sehari-hari. Kendati demikian, kafein juga memberikan dampak positif.
EFEK POSITIF
- Konsumsi kopi bisa menjadi alternatif terapi lain untuk mengatasi stres. Kandungan kopi berupa kafein dapat meredakan gejala-gejala khas stres seperti pelupa, cemas, dan perasaan tertekan. (Deyamantha, Indriarti, and Ma’sum3 2023)
- Kandungan kafein kopi mampu merelaksasi otot polos terutama otot polos bronkus & stimulus jantung dan stimulasi susunan saraf. Kafein diketahui mempunyai efek farmakologis yang membuat ketergantungan pada tubuh manusia dengan dosis rendah adalah ≤ 400 mg seperti meningkatkan bahagia, kedamaian, ketentraman, dll.
- Mengurangi resiko penyakit batu empedu.
- Meningkatkan mood
- Meningkatkan performa aktivitas fisik
- Sebagai antioksidan
KONSUMSI DENGAN DOSIS YANG TEPAT
Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kafein dapat memberikan efek positif dan negatif secara bersamaan. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan perlu adanya kesadaran dalam mengkonsumsi kafein yang direalisasikan dalam kehidupan nyata. Perlu adanya pergerakan kecil untuk menciptakan perubahan besar. Dalam mengkonsumsi kafein, alangkah baiknya mencari tahu lebih awal mengenai dampak yang ditimbulkan dari proses konsumsi tersebut. Langkah awal yaitu dengan memahami porsi yang tepat dan sesuai.
- Menurut Standar Nasional Indonesia 01-7152-2006, batas mengkonsumsi pada kafein baik makanan atau minuman adalah 150 mg/hari atau 50 mg/ sajian.
- Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Nomor HK.00.05.23.3644 tentang Ketentuan Pokok Pengawasan Suplemen Makanan Bab VIII Pasal 18 ayat dua berbunyi : “Suplemen makanan dilarang mengandung bahan yang melebihi batas maksimum sebagaimana tercantum pada Lampiran 1 dan atau mengandung bahan yang ditetapkan Pasal sebagaimana tercantum pada Lampiran 3”. Dalam regulasi pemerintah Indonesia dinyatakan, bahwa kadar kafein tidak boleh lebih dari 150 mg/hari (BPOM RI, 2020).
- Disebutkan bahwa konsumsi kafein sebaiknya tidak lebih dari 150 mg sehari. Mengkonsumsi kafein sebanyak 100 mg/hari menyebabkan ketergantungan pada kafein. (Munir et al. 2024)
Perlu adanya kesadaran dalam diri setiap indidvidu untuk menciptakan pola hidup yang tepat dan sehat. Konsumsi kafein dalam jumlah normal akan menciptakan keseimbangan. Dampak baik tentu akan menyertai proses pengkonsumisan. Pun sebaliknya, mengkonsumsi kafein dalam jumlah yang terlalu banyak dapat menimbulkan kerusakan dan hambatan. Hal ini akan berpengaruh pada aspek kehidupan yang lainnya. Mengatur dosis kafein adalah langkah awal yang tepat untuk menjaga keseimbangan. Pemahaman yang baik mengenai dampak suatu hal, yang dalam hal ini adalah kafein, merupakan langkah bijak untuk melindungi diri sendiri dari hal-hal yang berisiko.
Referensi
Nurhayati-Wolff H. Total Coffee Consumption in Indonesia 1990-2020. Statista (Internet). 2021. Available from: https://www.statista.com/statistics/314982/indonesia-total-coffee-consumption/
Zhanga Y, Cocab A, Casac DJ, Antoniod J, Greene JM, Bishopf PA. Caffeine and diuresis during rest and exercise: A meta-analysis. J Sci Med Sport. 2015;18(5):569–74. https://doi.org/10.1016/j.smrv.2007.07.004
Dharmadi, Ni Luh Gede Ayu Candranita, Susy Purnawati Handari LMIS, Adiputra. Hubungan konsumsi kopi terhadap peluang kelulusan uijian blok mahasiswa PSSKPD angkatan 2017 Fakultas Kedokteran Udayana. J 2019;10(2):21–27.
BPOM RI. (2020). Keputusan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.00.05.23.3644 tentang Ketentuan Pokok Pengawasan Suplemen Makanan. 26.
Liveina L, Artini AIG. Pola konsumsi dan efek samping minuman mengandung kafein pada mahasiswa program studi pendidikan dokter fakultas kedokteran universitas udayana. Medika Udayana. 2014; 3(12): 1–12.
Br Ginting, Sarah Stephanie, Yunisa Astiarani, Bryany Titi Santi, and Vetinly Vetinly. 2022. “Tingkat Pengetahuan Efek Konsumsi Kafein Dan Asupan Kafein Pada Mahasiswa.” Journal of Nutrition College 11 (4): 264–71. https://doi.org/10.14710/jnc.v11i4.32930.
Deyamantha, Mochammad Valdist, Werda Indriarti, and Ali Ma’sum3. 2023. “Hubungan Konsumsi Kopi Dengan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2020 Dan Tinjauannya Menurut Islam The Relationship of Coffee Consumption with Stress Levels on Class of 2020 Medical Students Faculty and The Review.” Junior Medical Journal 1 (5): 537–43.
Jee, Hye Jin, Sang Goo Lee, Katrina Joy Bormate, and Yi Sook Jung. 2020. “Effect of Caffeine Consumption on the Risk for Neurological and Psychiatric Disorders: Sex Differences in Human.” Nutrients 12 (10): 1–20. https://doi.org/10.3390/nu12103080.
Mierza, Vriezka, Nur Aenah, Nurlaela, Angel Novia Fransiska, Lhidya Halizah Malik, and Putri Wulanbirru. 2023. “Literature Review: Analisis Kadar Kafein Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis.” Jurnal Farmasetis 12 (1): 21–26.
Munir, Muhammad Abdurrahman, Emelda Emelda, Annisa Fatmawati, and Nurhidayanti Nurhidayanti. 2024. “Analysis Of Caffeine In Packaged Drinks Using Thin Layer Chromatography (TLC) and Spectrophotometry Method.” Stannum : Jurnal Sains Dan Terapan Kimia 6 (1): 28–35. https://doi.org/10.33019/jstk.v6i1.4564.
Utara, Islam Sumatera, Artikel Penelitian, Aisah Amini, Surya Akbar, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam, Sumatera Utara, et al. 2024. “THE EFFECT OF COFFEE CONSUMPTION ON LEARNING CONCENTRATION ON THE Konsentrasi Menjadi Salah Satu Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Dalam Proses Belajar Yang Mampu Untuk Memfokuskan Pikiran Ke Suatu Objek Yang Malam Sebelum Ujian Memiliki Peluang 1 , 0- 2 , 2” 23 (2): 202–14.

