
Purwokerto-Suatu organisasi dikatakan mencapai kejayaannya jika mampu melahirkan bibit unggul sebagai generasi penerus, hal tersebut disampaikan oleh Setiaesti, Ketua Panitia dalam Acara Pembukaan Diklat Dasar KSR PMI Unit UIN Saizu Purwokerto (09/03/22). Acara tersebut diselenggarakan oleh Bidang Pendidikan dan Pelatihan KSR PMI Unit UIN Saizu Purwokerto, mengusung tema “Mengembangkan jiwa kemanusiaan guna meningkatkan sumber daya relawan yang berdedikasi nyata dan berprinsip kepalangmerahan.”
Memilih beda dari yang lain KSR PMI Unit UIN SAIZU menjadikan semester genap sebagai awal, guna menyiapkan generasi untuk ngurip-uripi KSR di masa selanjutnya.
Diklat Dasar menjadi program kerja yang paling besar dan krusial bagi bidang Pendidikan dan Pelatihan, dimulai dari menjaring minat dan bakat para mahasiswa UIN Saizu untuk mendaftar KSR PMI, hingga tanda sebagai anggota baru KSR tersemat pada diri mereka.
Semua membutuhkan proses yang panjang. Perjuangan dan komitmen harus dijaga selama kurang lebih 3 bulan untuk bisa menjadi anggota KSR.
Proses yang panjang itu dimulai dari pendaftaran, dimana jumlah mahasiswa UIN saizu yang mendaftar sebanyak 115 pendaftar, namun setelah melalui seleksi, terjaring 60 calon anggota yang diterima. Seleksi alam dan komitmen dipertaruhkan selama Diklat ruang dan Diklat lapang (3- 5 Juni) hingga tersisa 39 orang yang terlantik sebagai anggota baru ( 8 Juni 2022).
Memilih menjadi anggota KSR berarti siap menjadi relawan, dimana seperti yang dikatakan oleh Bapak Fadil selaku wakil dari warek 3 pada acara pelantikan anggota baru KSR PMI unit UIN Saizu, “janganlah menonjolkan diri, tapi maju paling depan saat dibutuhkan”.

Dididik dan dilatih selama kurang lebih 3 bulan, dengan proses diklat ruang yang panjang dan diklat lapang selama 3 hari 2 malam di Lapang PMI Desa Banteran para calon anggota baru dituntut untuk memahami kepalangmerahan dan saling mengenal keluarga baru mereka, meski banyak keluh yang ingin diteriakkan, meski rasa ingin menyerah menyapa setiap saat, meski antar dua belah pihak saling bergesekkan karna ketidakcocokan, tapi endingnya bahagia semua.

