WASPADA DBD DAN HFMD!!
WASPADA DBD DAN HFMD!!

WASPADA DBD DAN HFMD!!

Hallo sobat KSR di manapun berada Jumpa lagi di website resmi KSR PMI Unit UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto nih 🥰Kali ini kita akan membahas tema yang menarik dan tentunya berkaitan dengan kesehatan terkini. Penasaran?? Mari kita baca sampai selesai yaa. Enjoy and happy reading!🤗

Demam berdarah adalah penyakit infeksi akibat virus yang menular melalui gigitan nyamuk. Jika tidak ditangani dengan tepat, demam berdarah berisiko mengancam nyawa. Demam berdarah atau DBD dapat menyerang anak-anak dan orang dewasa. Penyakit ini menular ketika nyamuk pembawa virus Dengue menggigit penderita demam berdarah, kemudian menggigit orang yang sehat. Demam berdarah atau DBD disebabkan oleh virus Dengue. Seseorang bisa terjangkit demam berdarah jika digigit oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus yang telah terinfeksi virus Dengue terlebih dahulu. Nyamuk penyebab demam berdarah biasanya aktif dan menggigit pada pagi dan sore hari. Nyamuk ini biasanya hidup di genangan air yang tenang dan dasarnya bersih, seperti genangan air di ban mobil, sampah plastik, atau tempat minum hewan. Demam berdarah tidak menular antar manusia secara langsung. Namun, ibu hamil dapat menularkan demam berdarah kepada janin yang dikandungnya selama masa kehamilan atau ketika proses persalinan.

Gejala:

1) Lemas; 2) Sakit kepala hebat; 3) Nyeri di bagian belakang mata; 4) Sakit otot dan sendi; 5) Hilang nafsu makan; 6) Mual dan muntah; 7) Ruam kemerahan yang timbul atau tidak timbul; 8) DBD umumnya berlangsung selama 3 hari.

Demam bisa mencapai suhu 39−40°C dan sulit turun walaupun telah mengonsumsi obat penurun panas.Selanjutnya, demam akan turun dan pasien merasa lebih baik. Namun, pada fase ini, trombosit justru sedang turun drastis dan terjadi kebocoran pada pembuluh darah. Akibatnya, pasien berisiko mengalami perdarahan dan syok karena pembuluh darah kehilangan banyak cairan.Fase setelah demam turun merupakan fase kritis sehingga pasien harus diawasi secara ketat. Tanda bahaya yang perlu diawasi pada fase ini antara lain:

1) Nyeri perut yang berat; 2) Muntah-muntah tidak kunjung berhenti; 3) Lemas setelah sudah merasa membaik; 4) Gelisah; 5) Gusi berdarah atau mimisan; 6) Muntah berdarah; 7) Buang air besar berdarah; 8) Jantung berdebar; 9) Napas cepat; 10) Kulit dingin, pucat, dan basah.

Penanganan demam berdarah tahap awal bisa dilakukan di rumah selama tidak terdapat tanda bahaya. Namun, selama perawatan mandiri, pasien harus diawasi secara ketat. Selain itu, untuk mempercepat pemulihan, pasien perlu:

1. Mencukupi kebutuhan cairan dengan minuman selain air putih, seperti susu, jus buah, cairan isotonik, oralit, atau air beras.

2. Mengonsumsi makanan dengan gizi lengkap dan seimbang.

3. Beristirahat yang cukup

4. Menjaga suhu tubuh di bawah 39°C dengan menggunakan kompres hangat, mandi atau berendam air hangat (tidak panas), mengatur suhu ruangan yang sejuk, dan tidak memakai baju yang tidak terlalu tebal.

5. Minum paracetamol jika demam naik melebihi 39°C atau untuk meredakan sakit kepala dan nyeri otot yang mengganggu.

Jika terjadi tanda bahaya DBD, pasien harus segera dibawa ke IGD rumah sakit. Periksakan diri ke dokter jika mendadak demam tinggi disertai gejala awal demam berdarah lainnya. Dan segera ke dokter jika mengalami tanda-tanda bahaya setelah demam turun.Pencegahan demam berdarah bisa dilakukan dengan menjalankan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M Plus, yaitu:

1. Menguras atau membersihkan penampungan air.

2. Menutup rapat penampungan air.

3. Menguras atau membersihkan penampungan air. Plus pencegahan tambahan, seperti fogging atau memperbaiki parit yang tidak lancar. PSN 3M Plus ini harus dilakukan secara berkala untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan terbebas dari nyamuk penyebab demam berdarah.

DBD juga bisa dicegah dengan menjalani vaksin dengue. Vaksin ini bisa diberikan sejak usia 6 tahun, tetapi jika sudah terkena infeksi virus Dengue sebelumnya. Oleh karena itu, sebelum pemberian vaksin perlu dilakukan pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter. Flu Singapura atau hand, foot, and mouth disease (HFMD) adalah penyakit yang mudah menular dan sering menyerang anak-anak usia 5–10 tahun. Walaupun lebih sering menyerang anak-anak atau bayi, flu Singapura juga bisa menyerang orang dewasa.Flu Singapura disebabkan oleh infeksi Coxsackievirus A16 dan Coxsackievirus A6, yaitu jenis virus yang termasuk kelompok Enterovirus. Pada beberapa kasus, jenis lain dari Enterovirus seperti Enterovirus 71 juga bisa menyebabkan flu Singapura.Virus penyebab flu Singapura hidup di cairan hidung dan tenggorokan, air liur, tinja, serta cairan dari lepuh pada kulit. Oleh sebab itu, seseorang dapat tertular penyakit ini melalui berbagai cara berikut:

1. Berbagi alat makan atau minum dengan penderita.

2. Tidak sengaja menghirup percikan liur ketika penderita bersin atau batuk.

3. Menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah menyentuh tinja penderita (misalnya ketika mengganti popok bayi).

4. Menyentuh benda yang terkontaminasi virus, lalu menyentuh mata, hidung, atau memasukkan jari ke dalam mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Gejala :

1) Demam; 2) Sakit tenggorokan; 3) Sariawan yang terasa nyeri di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi; 4) Hilang nafsu makan; 5) Ruam merah yang tidak terasa gatal, terkadang disertai lepuhan; 6) Rewel; 7) Nyeri perut; 8) Batuk.

Flu Singapura dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri dan benda-benda di sekitar yang bisa menjadi media penularan penyakit ini. Beberapa cara yang dapat dilakukan dan diajarkan kepada Anda dan anak untuk mencegah flu Singapura adalah:

1. Rutin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, khususnya setelah BAB, mengganti popok anak, menyiapkan makanan, dan sebelum makan.

2. Tidak berbagi alat makan dan minum, serta kontak dekat dengan seseorang yang sedang sakit.

3. Menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk, bisa dengan memakai tisu atau menggunakan lipat siku bagian dalam.

4. Rutin membersihkan benda yang dapat menjadi media penularan virus seperti gagang pintu, meja, dan remote TV dengan benar.

5. Beristirahat di rumah bila sedang mengalami gejala flu Singapura, sampai kondisi benar-benar pulih.

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda atau anak Anda mengalami gejala di atas, terutama bila sebelumnya ada kontak dengan seseorang yang menunjukkan gejala tersebut.Pemeriksaan juga perlu segera dilakukan bila mengalami sariawan yang sampai menyebabkan sulit makan dan minum, memicu dehidrasi berat, atau bila keluhan lain dirasakan makin memburuk.Semoga kita bisa terhindar dari segala penyakit.Stay Healthy!! Sehatkan generasi produktif dan Salam Kepalangmerahan ⛑️Semoga bermanfaat 🙏

Sumber :

https://www.alodokter.com/demam-berdarah

https://www.alodokter.com/flu-singapura

https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20240409/2345270/penyakit-tak-libur-saat-libur-lebaran-waspadai-demam-berdarah-dan-hfmd/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *