
Hallo sobat KSR di manapun berada🙌🏻 Jumpa lagi di website resmi KSR PMI Unit UIN Prof. K. H. Saifuddin Zuhri Purwokerto nih🥰 Kali ini kita akan membahas tema yang menarik dan tentunya berkaitan dengan kesehatan terkini. Penasaran?? Mari kita baca sampai selesai yaa😍 Enjoy and happy reading! 🤗
Tubuh tidak hanya membutuhkan protein, karbohidrat, dan lemak untuk performa optimal. Konsumsi berbagai mineral juga penting untuk menjaga fungsi tulang, otot, jantung, dan otak. Apa saja jenis mineral dan bagaimana cara memperolehnya?
Secara umum mineral yang dibutuhkan tubuh terbagi menjadi dua jenis, yaitu makromineral dan mikromineral. Makromineral merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak, sedangkan mikromineral merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah sedikit.
Jenis-Jenis Makro Mineral
Beberapa jenis mineral yang termasuk ke dalam kelompok makro mineral adalah:
1. Fosfor
Fosfor merupakan satu dari empat jenis makro mineral. Mineral ini membantu menjaga kesehatan tulang dan mengoptimalkan metabolisme tubuh, serta berperan penting dalam pembentukan enzim dan sel. Idealnya, tubuh membutuhkan asupan fosfor tidak kurang dari 700 mg per hari. Beberapa makanan yang menjadi sumber fosfor di antaranya daging ayam, ikan, dan sapi.
2. Kalsium
Kalsium adalah mineral yang melakukan banyak hal penting untuk kesehatan tubuh. Selain menjaga kepadatan tulang, membantu pembekuan darah saat luka , mengaktifkan banyak enzim penting, dan bahkan dapat mencegah preeklampsia. Tubuh membutuhkan 1200 mg kalsium setiap hari, jadi susu, yoghurt, keju, dan makanan laut adalah contoh makanan kaya kalsium. Usia dan kondisi kesehatan seseorang dapat mempengaruhi kebutuhan ini.
3. Magnesium
Mineral lain yang juga termasuk ke dalam jenis makro mineral adalah magnesium. Magnesium diperlukan dalam pengaturan tekanan darah, gula darah, dan kontraksi otot. Mineral ini juga berperan dalam menghantarkan sinyal pada saraf, mengaktifkan beberapa enzim dalam tubuh, serta menjaga keseimbangan elektrolit. Magnesium banyak terkandung dalam beberapa jenis makanan, seperti sayuran hijau, alpukat, kacang-kacangan, dan cokelat hitam. Dalam sehari, tubuh memerlukan asupan magnesium 320-420 mg .
4. Natrium
Karena mineral ini banyak ditemukan dalam garam dan bahan penguat rasa, mineral ini sangat disukai oleh penonton. Untuk membantu menjaga keseimbangan kadar air dalam tubuh, tubuh sebenarnya membutuhkan asupan natrium, yang sering dikaitkan dengan hipertensi. Sekitar setengah sendok teh garam dapur, atau 1.500 miligram natrium, harus dikonsumsi setiap hari. Jika Anda menghadapi kesulitan untuk mengurangi jumlah garam yang digunakan dalam makanan Anda, Anda dapat mencoba mengurangi konsumsi makanan instan seperti makanan kaleng atau saus-saus yang mengandung banyak garam.
Jenis Mikro Mineral
Mikro mineral bukan jenis mineral yang tidak penting meskipun hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil. Mikro mineral juga melakukan berbagai fungsi untuk tubuh. Berikut adalah beberapa jenis mikro mineral dan peran yang mereka lakukan:
1. Yodium
Hormon tiroid berperan penting dalam mengatur metabolisme tubuh . Kekurangan yodium dapat menyebabkan gejala hipotiroid, seperti kenaikan berat badan dan gondok. Tubuh biasanya membutuhkan sekitar 150 mcg yodium setiap hari. Makanan laut seperti rumput laut, udang, dan ikan banyak mengandung yodium, tetapi membuat masakan dengan garam dapur beryodium sudah mencukupi.
2. Mangan
Tubuh menggunakan makanan untuk melakukan banyak hal, seperti melakukan regenerasi sel darah merah, membentuk tulang, dan memulai siklus reproduksi. Mineral ini banyak terdapat dalam udang, gandum, dan beberapa biji-bijian. Per hari, tubuh orang dewasa memerlukan sekitar 2 mg mangan.
3. Selenium
Tubuh memerlukan selenium untuk metabolisme hormon tiroid, pembentukan DNA, dan melindungi sel-sel dari kerusakan. Daging ayam, ikan, telur ikan, kacang-kacangan, jamur (seperti jamur shitake), dan biji-bijian semuanya mengandung selenium. Tubuh hanya membutuhkan sekitar 55 miligram selenium setiap hari karena jenis mikro mineralnya.
4. Kromium
Mineral mikro ini dibutuhkan tubuh untuk membantu menjaga dan mengatur kadar glukosa dalam darah, mengaktifkan hormon insulin, dan mengoptimalkan metabolisme tubuh. Daging, sayuran, dan produk olahan susu adalah sumber mikro mineral yang satu ini. Kurangnya asupan kromium yang terbilang sangat sedikit dapat berdampak pada metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak. Tubuh membutuhkan kira-kira 25-35 mcg kromium setiap hari. Tubuh menggunakan mineral untuk melakukan banyak hal, tetapi jangan lupa bahwa terlalu banyak mineral juga berbahaya bagi tubuh, terutama bagi mereka yang telah mengalami masalah kesehatan sebelumnya, seperti gagal ginjal.
Secara umum kebutuhan mineral dapat dipenuhi dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang. Selain itu, Anda bisa mendapatkan lebih banyak mineral dengan mengonsumsi air mineral. Pilihlah air mineral yang diperoleh dari sumber yang dilindungi dan diolah untuk menjaga kualitas mineral.Jika Anda sudah melakukan hal di atas tetapi merasa asupan mineral Anda terlalu sedikit dan perlu mengonsumsi suplemen mineral, sebaiknya bicarakan terlebih dahulu dengan dokter Anda. Dokter akan menyarankan jumlah mineral yang harus Anda konsumsi berdasarkan kondisi kesehatan Anda.
Stay Healthy!! Sehatkan generasi produktif dan Salam Kepalangmerahan⛑️ Semoga bermanfaat ☺️🙏
Sumber :https://www.alodokter.com/kenali-macam-macam-mineral-yang-dibutuhkan-oleh-tubuh

