
BANYUMAS – KSR PMI Unit UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto bekerja sama dengan PMI Kabupaten Banyumas menyelenggarakan program kacamata gratis bagi pelajar di Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, pada Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan mata pelajar sekaligus upaya mendukung kenyamanan mereka dalam mengikuti proses pembelajaran.
Program ini dilatarbelakangi oleh perhatian terhadap kesehatan mata pelajar yang memiliki peran penting dalam menunjang kegiatan belajar. Gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi atau tidak mendapatkan penanganan dapat menghambat kenyamanan siswa ketika mengikuti pembelajaran di sekolah.
Komandan KSR PMI Unit UIN SAIZU Purwokerto, Adam Gunawan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya relawan untuk menghadirkan aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
“Menjadi relawan bukan hanya tentang hadir ketika terjadi bencana atau memberikan pertolongan pertama pada kondisi darurat. Lebih dari itu, menjadi relawan juga berarti memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat dan berupaya menghadirkan solusi melalui tindakan nyata,” ungkap Adam.

Pelaksanaan program dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pendataan pelajar di sejumlah satuan pendidikan, pemeriksaan mata, hingga penyiapan kacamata berdasarkan hasil pemeriksaan dan kebutuhan masing-masing penerima. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 38 pelajar dari empat satuan pendidikan di Desa Kedungrandu, yaitu SD 2, SD 3, MI, dan SMP 1 Kedungrandu.
Pihak sekolah menyambut baik penyelenggaraan program tersebut. Menurut perwakilan sekolah, kegiatan ini membantu mengidentifikasi kondisi penglihatan siswa yang sebelumnya mungkin belum diketahui oleh siswa maupun orang tua. Program ini juga dinilai dapat membantu keluarga yang memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan kacamata bagi anak-anak mereka.
Pihak sekolah berharap program serupa dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak pelajar, termasuk siswa kelas 1, 2, dan 3. Selain bantuan kacamata, edukasi mengenai kesehatan mata juga dinilai penting untuk diberikan kepada anak-anak, terutama berkaitan dengan kebiasaan menggunakan telepon genggam.
Bagi KSR PMI Unit UIN SAIZU Purwokerto, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penerapan nilai-nilai kepalangmerahan, khususnya kemanusiaan dan kesukarelaan. Melalui kegiatan tersebut, relawan diharapkan dapat hadir tidak hanya dalam situasi darurat, tetapi juga merespons kebutuhan masyarakat melalui berbagai aksi kemanusiaan.
Ke depannya, KSR PMI Unit UIN SAIZU Purwokerto berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan, menjangkau lebih banyak penerima manfaat, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Bagi kami, keberhasilan kegiatan ini bukan hanya dilihat dari jumlah pelajar yang menerima bantuan, tetapi juga dari bagaimana bantuan tersebut benar-benar menjawab kebutuhan dan memberikan manfaat bagi mereka,” tutup Adam.

