
PURWOKERTO – UKK KSR PMI Unit UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto turut berpartisipasi dalam ajang AIRCCOMFEST 2.0 (Airlangga Red Cross Competition Festival 2.0) yang diselenggarakan oleh KSR PMI Unit Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya. Dalam kompetisi tersebut, tiga tim perwakilan KSR UIN Saizu Purwokerto berhasil melaju ke babak Grand Final setelah melewati tahap seleksi, yaitu tim Esai, Poster Infografis, dan Konten Kreatif.
Pada babak Grand Final yang diselenggarakan secara offline di Gedung Kuliah Bersama Universitas Airlangga pada Minggu, 18 Oktober 2026, tim Esai dan Poster Infografis hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan final.
Dari hasil kompetisi tersebut, tim Konten Kreatif berhasil meraih Juara 1, sedangkan tim Esai dan Poster Infografis memperoleh penghargaan sebagai Finalis. Ketiga tim tersebut masing-masing terdiri atas tiga anggota, yaitu tim Konten Kreatif yang diketuai Nailan bersama Ardevita dan Nila; tim Poster Infografis yang diketuai Ines bersama Nida dan Sulia; serta tim Esai yang diketuai Nadi bersama Lintang dan Vanisa.

Nila, salah satu anggota tim Konten Kreatif, mengungkapkan rasa bahagia dan bangganya atas pencapaian yang diraih bersama tim. Menurutnya, hasil tersebut menjadi bukti bahwa kerja sama dan usaha yang dilakukan bersama dapat membuahkan hasil. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada anggota Litbang dan teman-teman KSR yang telah memberikan dukungan serta bantuan selama proses pembuatan video.
Ia berharap pencapaian tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada kesempatan berikutnya. Nila juga mengajak anggota KSR, khususnya angkatan X, untuk berani mencoba mengikuti perlombaan maupun kegiatan lainnya agar memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru.
Pengalaman berharga juga dirasakan oleh tim Poster Infografis. Ines, selaku ketua tim, mengaku senang dan bersyukur dapat mencapai babak Grand Final meskipun belum berhasil meraih gelar juara. Baginya, kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang berarti karena dapat bertemu dan berkompetisi dengan peserta lain yang memiliki kemampuan serta karya yang baik.

Ines berharap dapat kembali mengikuti kompetisi serupa dengan persiapan yang lebih matang dan memperoleh hasil yang lebih baik. Ia berpesan agar anggota KSR tidak takut mencoba dan tidak merasa minder untuk mengambil kesempatan. Menurutnya, seseorang tidak harus menjadi hebat terlebih dahulu untuk berani memulai. Kemenangan bukan satu-satunya hal yang penting karena pengalaman, keberanian, dan proses belajar juga menjadi bagian berharga dari sebuah kompetisi.

Hal serupa disampaikan Vanisa, anggota tim Esai. Ia mengungkapkan rasa senang dan bangga karena untuk pertama kalinya mengikuti perlombaan esai dan berhasil mencapai babak Grand Final. Meskipun masih merasa sedikit kecewa karena hasil yang diperoleh belum sesuai harapan, pengalaman tersebut menjadi motivasi baginya untuk terus belajar dan mencoba kompetisi lainnya, baik dalam bidang esai maupun bidang yang berbeda.
Vanisa juga mengajak teman-teman KSR yang belum pernah mengikuti perlombaan, terutama angkatan X, agar tidak ragu untuk mencoba. Menurutnya, mengikuti kompetisi dapat menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman baru, memperluas pertemanan, serta mempelajari hal-hal yang sebelumnya belum diketahui.
Keikutsertaan tiga tim KSR UIN Saizu Purwokerto dalam AIRCCOMFEST 2.0 menunjukkan bahwa kompetisi dapat menjadi ruang bagi anggota untuk mengembangkan kemampuan, menguji keberanian, dan memperoleh pengalaman di luar kegiatan rutin organisasi. Capaian Juara 1 maupun penghargaan sebagai Finalis menjadi bagian dari proses tersebut. Lebih dari sekadar hasil perlombaan, pengalaman ini diharapkan dapat mendorong anggota KSR lainnya untuk terus belajar, berkarya, dan berani mengambil kesempatan.

