
PURWOKERTO — Sebanyak 100 peserta dari Korps Sukarela (KSR) dan Palang Merah Remaja (PMR) se-Kabupaten Banyumas mengikuti kegiatan Humanity Communications and Public Relations Training. Acara yang diselenggarakan oleh KSR PMI Unit Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) ini bertempat di Aula Syamsuhadi UMP, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh delegasi dari UKK KSR PMI Unit UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua PMI Kabupaten Banyumas, dr. Tangguh. Dalam sambutannya, dr. Tangguh menekankan bahwa esensi seorang relawan kemanusiaan jauh melampaui sekadar atribut fisik atau keahlian teknis.
”Menjadi relawan PMI bukan hanya tentang memiliki seragam, tanda pengenal, atau kemampuan teknis. Menjadi relawan berarti bersedia hadir ketika masyarakat membutuhkan, bersedia bekerja dalam tim, menjaga keselamatan diri dan orang lain, menghormati martabat setiap manusia, serta memberikan pelayanan yang tulus tanpa membeda-bedakan,” ujar dr. Tangguh di hadapan para peserta.
Ia juga menambahkan bahwa kontribusi nyata di lapangan tidak selalu harus berupa skala besar, karena tindakan-tindakan sederhana yang dilakukan secara tepat sasaran justru mampu memberikan dampak yang luar biasa bagi mereka yang membutuhkan.
Untuk membekali para relawan muda dengan kemampuan komunikasi yang mumpuni, kegiatan ini menghadirkan tiga sesi pematerian strategis dengan narasumber ahli di bidangnya. Pada sesi pertama, materi bertajuk “Jurnalisme Media Relations: Dari Aksi Menjadi Berita” disampaikan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Bapak Lilik Darmawan, yang memaparkan teknik pengemasan kegiatan sosial agar bernilai berita dan tersampaikan secara efektif kepada publik melalui media massa. Dilanjutkan pada sesi kedua, Angga Feri Setyawan membawakan materi mengenai “Strategic Public Relations Organizational Communication” untuk mengupas strategi komunikasi internal dan eksternal organisasi dalam membangun citra positif lembaga kemanusiaan. Sesi pematerian kemudian ditutup oleh Ketua Bidang Hukum, Etik, dan Kepatuhan PMI Banyumas, Drs. Khoerudin, S.H., M.H., yang memberikan wawasan mendalam seputar “Crisis Communication & Humanitarian Communication” mengenai manajemen komunikasi saat menghadapi situasi krisis di lapangan serta etika komunikasi kemanusiaan.
Rangkaian kegiatan Humanity Communications and Public Relations Training ini berjalan dengan lancar dan sukses ditutup melalui sesi foto bersama seluruh peserta KSR dan PMR se-Kabupaten Banyumas.

