Di Balik Padatnya PBAK UIN Saizu 2026, KSR PMI Unit UIN Saizu Purwokerto Siaga Berikan Pertolongan Pertama
Di Balik Padatnya PBAK UIN Saizu 2026, KSR PMI Unit UIN Saizu Purwokerto Siaga Berikan Pertolongan Pertama

Di Balik Padatnya PBAK UIN Saizu 2026, KSR PMI Unit UIN Saizu Purwokerto Siaga Berikan Pertolongan Pertama

PURWOKERTO– Pelaksanaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto Tahun 2026 turut mendapat dukungan dari UKK KSR PMI Unit UIN Saizu Purwokerto melalui kegiatan Jaga Pertolongan Pertama (PP). Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, Senin–Rabu, 17–19 Agustus 2026, di lingkungan Kampus UIN Saizu Purwokerto.

Keterlibatan KSR dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi kesehatan peserta tetap terpantau selama mengikuti rangkaian PBAK. Di tengah padatnya aktivitas mahasiswa baru, tim KSR bersiaga memberikan pertolongan pertama bagi peserta yang mengalami keluhan kesehatan selama kegiatan berlangsung.

Salah satu mahasiswa baru, Irma, peserta dari Kelompok 1 PBAK U 2026, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), mengaku mendapatkan kesan positif selama mengikuti rangkaian PBAK.

“Kesan saya, PBAK 2026 sangat asyik dan keren karena pelaksanaannya sangat teratur. Selain itu, tim komdisnya juga keren,” ungkap Irma.

Selama mengikuti kegiatan, Irma juga merasa kondisi fisiknya tetap baik. Menurutnya, keberadaan tim kesehatan turut memberikan rasa aman bagi peserta ketika mengalami keluhan selama kegiatan.

“Kondisi fisik saya selama PBAK sangat baik karena ada KSR yang banyak membantu. Keberadaan tim kesehatan sangat penting, karena kalau tidak ada tim kesehatan, tidak ada yang membantu ketika peserta merasa pusing. Penanganannya juga sangat cepat,” jelas Irma.

Sebagai mahasiswa baru, Irma berharap pengalaman mengikuti PBAK dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan dirinya selama menempuh pendidikan di UIN Saizu Purwokerto.

“Harapan saya selama menjadi mahasiswa di UIN Saizu Purwokerto adalah dapat menjadi pribadi yang lebih baik, mendapatkan relasi yang luas, serta memperoleh banyak pengalaman,” harapnya.

Sementara itu, Tika dan Rahma, selaku panitia Divisi P3K PBAK Universitas 2026, menjelaskan bahwa PBAK memiliki tujuan utama untuk memperkenalkan kehidupan akademik dan kemahasiswaan kepada mahasiswa baru.

“Tujuan PBAK tentunya sesuai dengan kepanjangannya, yaitu Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan. Melalui kegiatan ini, kami memperkenalkan kepada mahasiswa baru mengenai kegiatan, lingkungan, serta pembelajaran dan kehidupan kemahasiswaan yang ada di UIN SAIZU,” jelas Tika.

Dalam pelaksanaannya, Divisi P3K turut melibatkan KSR PMI Unit UIN Saizu untuk membantu pelaksanaan pelayanan kesehatan selama kegiatan PBAK berlangsung.

“Salah satu tantangannya adalah jumlah personel P3K yang terbatas. Selain itu, kami melibatkan KSR karena teman-teman KSR lebih memahami mengenai penanganan kesehatan maupun proses evakuasi mahasiswa baru ketika dibutuhkan,” ungkap Tika dan Rahma.

Kolaborasi antara panitia P3K dan KSR tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan mahasiswa baru dapat mengikuti kegiatan dengan lebih aman. Ketika terdapat peserta yang mengalami gangguan kesehatan, tim dapat memberikan penanganan awal sesuai kondisi yang dialami.

Hal tersebut juga dirasakan oleh Novita, anggota UKK KSR PMI Unit UIN Saizu Purwokerto yang bertugas dalam Jaga PP PBAK Universitas 2026. Selama bertugas, ia menemukan beberapa keluhan kesehatan yang cukup sering dialami peserta.

“Kondisi kesehatan yang paling sering dialami peserta selama PBAK adalah pusing, mual, dan muntah,” ujar Novita.

Bagi Novita, pengalaman paling berkesan selama bertugas bukan hanya ketika memberikan pertolongan, tetapi ketika dapat melihat peserta yang sebelumnya mengalami gangguan kesehatan kembali membaik.

“Hal yang paling berkesan adalah ketika bisa membantu peserta yang kurang sehat hingga kembali sehat,” ungkap Novita.

Tugas tersebut juga memberikan pengalaman bagi Novita untuk meningkatkan kemampuan sebagai seorang relawan, terutama dalam menghadapi kondisi yang membutuhkan ketenangan dan respons cepat.

“Hal yang paling berkesan adalah bisa belajar untuk lebih sigap, tenang, dan peduli terhadap kondisi orang lain. Saya juga belajar bagaimana berkomunikasi dengan peserta agar mereka merasa lebih tenang,” jelas Novita.

Setelah seluruh rangkaian PBAK selesai, Novita turut memberikan pesan kepada mahasiswa baru agar menjadikan pengalaman tersebut sebagai langkah awal dalam menjalani kehidupan perkuliahan.

“Selamat karena sudah menyelesaikan PBAK. Jadikan pengalaman selama PBAK sebagai awal untuk beradaptasi dengan kehidupan perkuliahan. Tetap jaga kesehatan, semangat belajar, jangan takut mencoba hal baru, dan manfaatkan masa kuliah untuk berkembang serta mencari pengalaman sebanyak-banyaknya,” pesan Novita.

Pesan serupa disampaikan oleh Tika dan Rahma kepada mahasiswa baru agar tidak berhenti pada kegiatan PBAK saja, tetapi terus aktif mengembangkan diri selama menjadi mahasiswa.

“Tetap semangat dan jangan menjadi mahasiswa yang hanya kuliah-pulang. Cobalah untuk aktif dalam organisasi, kepanitiaan, maupun kegiatan lainnya. Jangan pantang menyerah, karena UIN Saizu itu seru dan memiliki banyak pengalaman yang bisa kalian dapatkan,” pesan Tika dan Rahma.

Melalui kegiatan Jaga PP selama PBAK Universitas 2026, keberadaan KSR tidak hanya menjadi bagian dari pelayanan kesehatan, tetapi juga menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan kepedulian dalam mendukung kegiatan kemahasiswaan. Di balik berlangsungnya PBAK yang padat, terdapat para relawan yang tetap siaga memastikan mahasiswa baru dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan mendapatkan pertolongan ketika membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *