
Purwokerto – Korps Sukarela (KSR) PMI Unit UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto turut ambil bagian dalam mendukung kelancaran pelaksanaan Ngapak Jam Vol.5 melalui layanan pertolongan pertama dan kesiapsiagaan kesehatan. Kehadiran para relawan menjadi salah satu upaya untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan tertib. Ngapak Jam Vol. 5 merupakan ajang olahraga ekstrem BMX yang mempertemukan para rider dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, sekaligus mempererat silaturahmi antarkomunitas. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini menjadi hiburan tersendiri bagi peserta maupun masyarakat yang hadir menyaksikan aksi-aksi atraktif para rider. Namun, di balik kemeriahan dan adrenalin yang ditawarkan, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama.
Untuk mendukung keamanan selama kegiatan berlangsung, KSR PMI UIN SAIZU Purwokerto menurunkan sejumlah relawan yang bertugas melakukan pemantauan kondisi peserta, memberikan pertolongan pertama apabila diperlukan, serta siap merespons secara cepat jika terjadi keadaan darurat. Selain itu, tim relawan juga menyediakan berbagai perlengkapan medis serta obat-obatan yang lengkap guna mendukung pelayanan kesehatan selama acara berlangsung.
Penanggung Jawab Jaga PP KSR PMI UIN SAIZU Purwokerto, Dzaki Gentur Syahputra, menjelaskan bahwa keterlibatan relawan dalam Ngapak Jam Vol. 5 merupakan bentuk komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mendukung terselenggaranya kegiatan yang aman bagi semua pihak.
“Kami selalu berusaha hadir dan siap siaga dalam kegiatan yang membutuhkan dukungan kesehatan. Harapannya, peserta dapat menikmati setiap rangkaian acara tanpa rasa khawatir karena ada tim yang siap membantu apabila dibutuhkan. Jadi kita stand by pada posko medis ya, ketika ada rider yang mengalami cedera kita bisa langsung melakukan penanganan,” tuturnya.
Ketua Panitia Ngapak Jam Vol. 5, Vendika Nurdiyanto, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi yang diberikan oleh KSR PMI UIN SAIZU Purwokerto. Menurutnya, kehadiran tim relawan sangat membantu panitia dalam menciptakan suasana kegiatan yang lebih aman.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kesiapsiagaan teman-teman KSR PMI UIN SAIZU. Kehadiran mereka memberikan rasa aman bagi peserta dan panitia, sehingga kegiatan Ngapak Jam Vol. 5 dapat berjalan dengan lebih tertib dan nyaman. Kami berharap bisa menggandeng terus setiap event sport extrem tidak hanya di Ngapak Jam Vol.5 ini saja,” ujarnya.

Selain panitia, peserta juga merasakan manfaat dari adanya tim kesehatan yang bersiaga selama acara. Salah seorang peserta, Igor, mengaku merasa lebih tenang saat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Acaranya seru dan menyenangkan. Saya juga merasakan sangat terbantu ketika ada yang cidera bisa langsung di beri pertolongan,” ungkapnya. Melalui sinergi yang baik antara panitia, peserta, dan relawan, pelaksanaan Ngapak Jam Vol. 5 diharapkan tidak hanya meninggalkan kesan menyenangkan, tetapi juga menjadi contoh bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Kehadiran KSR PMI UIN SAIZU Purwokerto membuktikan bahwa dukungan kesehatan memiliki peran penting dalam setiap kegiatan olahraga ekstrem. Dengan kesiapsiagaan yang terus dijaga, kolaborasi seperti ini diharapkan dapat terus terjalin pada berbagai kegiatan lainnya sehingga setiap peserta dapat menyalurkan bakat dan hobinya dengan rasa aman serta dukungan kesehatan yang memadai.

